Senin, Januari 21, 2008

Sejarah Hacker dan Cracker

Sejarah Hacker dan Cracker
Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidakbertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.
Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.
Pengertian Hacker dan Cracker
1. Hacker
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.
2. Cracker
Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.
Hirarki / Tingkatan Hacker
1. Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
2. Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3. Developed Kiddie
Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Script Kiddie
Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
5. Lamer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.
Kode Etik Hacker
1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.
2. Semua informasi haruslah FREE.
3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.
4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.
5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.
7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.
8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.
9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.
10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.Cracker tidak memiliki kode etik apapun.
Aturan Main Hacker
Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio, yaitu:
· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.
Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.
Perbedaan Hacker dan Cracker
a. Hacker
1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
b. Cracker
1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.
Dua Jenis Kegiatan Hacking
1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya
2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.
Contoh Kasus Hacker
1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.
3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.
Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker
Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.
Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
Kesimpulan
Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih (yang merupakan hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker yang sifatnya membongkar dan merusak)

MENJADI HACKER ATAU CRACKER?
Ketika saya membaca sebuah tulisan tentang hacker dan cracker, beberapa hari yang lalu, saya tersadarkan akan kesalahan penapsiran saya pada dua istilah tersebut dalam dunia cyberspace. Awalnya saya beranggapan bahwa hacker adalah cracker itu sendiri. Atau sama-sama mengusung sebuah ?penamaan? untuk membobol mekanisme dan kinerja komputer orang lain. Hal itu pula lah yang kemudian menggiring kesadaran saya untuk mencoba berselancar di dalam internet selama berjam-jam, mengeprin beberapa naskah yang berkaitan dengan itu dan mencoba berkomunikasi dengan orang lain dalam arena chating. Satu pertanyaan yang saya ajukan pada mereka adalah, apa itu hacker? Dan tragisnya, apa yang mereka jawab hampir sama dengan apa yang saya miliki, yakni seorang hacker adalah penyusup yang sengaja masuk pada jaringan komputer milik orang lain secara ilegal dan ?mengacak-ngacak? dokumen didalamnya. Lalu apa itu cracker? Jawabannya pun nyaris sama. Intinya, baik hacker maupun cracker adalah para penyusup yang harus di waspadai keberadaanya. Kalau kedua istilah itu punya arti yang sama, maka pasti ada yang salah dengan pendefinisian keduanya. Lalu, dimana letak kesalahan dari pendefinisian kedua istilah yang kerap hinggap ditelinga kita ini? Apalagi semenjak ada kabar bahwa ?KPU-online? dibobol oleh para ?hacker? beberapa bulan kebelakang. Benarkah itu adalah pekerjaan seorang hacker? Atau pekerjaan seorang cracker? Tulisan ini mencoba menjawab dua istilah yang tidak asing ditelinga kita tersebut dengan wacana seorang pembelajar murni. Artinya, saya bukan dari kedua golongan tadi. Walaupun pada akhirnya menjadi tertarik untuk sekedar tahu aktifitas mereka (para hacker & cracker) sebagai satu ilmu yang menarik dalam dunia IT beberapa tahun ini. PERSOALAN DASARHacker dalam tulisan Eric Steven Raymond adalah ? there is a community, a shared culture, of expert programmers and networking wizards that its history back trough decades to the firs time-sharing minicomputers and the earliesr ARPAnet experiment? Dengan kata lain, Raymon mengatakan, ?the members of this culture originated the term ?hacker??. Para hackerlah yang kemudian memperkenalkan internet, membuat program sistem operasi UNIX hingga bisa digunakan saat ini. Dan para hacker pula lah yang telah berjasa dalam menjalankan World Wide Web sehingga dapat dinikmati oleh semua orang diseluruh dunia dibelahan manapun dia berada asal terkoneksi pada internet. Lebih lanjut Raymon mengatakan ? jika anda berada pada komunitas ini dan jika anda memiliki konstribusi didalamnya, dan kemudian orang mengenal anda sebagai hacker, maka anda adalah seorang hacker?. Sekilas dari pandangan Raymon kita dapat satu definisi bahwa seorang hacker bukanlah orang yang jahat seperti yang kita pikirkan selama ini. Ya, jika mereka memang bisa masuk kedalam komputer kita (malalui jaringan internet) karena mereka bisa menguasai ilmunya. Namun jika ada orang yang kemudian masuk secara ilegal kedalam komputer kita dan kemudian ?mencuri dan mengacak-ngacak? data kita, mereka adalah CRACKER. Dan bisa jadi mereka adalah seorang hacker dalam dunia yang berbeda. Dengan kata lin, mereka semua adalah para ahli dalam hal teknologi informasi ini dan berkecimpung serius didalamnya. Namun untuk menghindari kerancuan, maka sebuah kata kunci dalam masalah ini, menurut Raymon adalah perbedaan antara keduanya; seorang Hacker adalah dia yang membangun sistem, sementara seorang Cracker malah ?menghancurkannya?. (How to become a hacker, Eric S. Raymond, 2001). Kapan istilah hacker menjadi trend sebagai sebuah kejahatan yang menakutkan? Tidak lain karena ?dosa? pakar film di hollywood yang membiaskan istilah hacker dan cracker ini. Banyak film yang mengangkat tema hacker dalam sebuah bentuk ?penghancuran sistem informasi ? yang seharusnya makna itu diterapkan pada seorang cracker. Sebut misalnya film the Net (1995), Take Down(1999). Film tersebut mengangkat tema hacker untuk menyebut cracker. Dan dari kesalah penafsiran tadi, hingga kini pun istilah hacker masih dibiaskan dengan istilah cracker. Kerancuan itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan diluar negeripun pandangan terhadap keduanya sama seperti itu. Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad club di Lab Kecerdasan Artifisial Masschusetts Institute Of Teknology (MIT). Istilah hacker awalnya bermakna positif untukmenyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat progranm komputer dengan lebih baik ketimbang yang ada sebelumnya (Memahmi karakteristik Komunitas Hacker: Studi Kasus pada Komunitas Hacker Indonesia, Donny B.U, M.Si) MENJADI HACKERMungkin sekilas tentang definisi diatas cukup untuk membatasi sejauhmana peranan seorang hacker dan cracker itu. Tulisan ini tidak akan mengangkat sejarah hacker dan awal mula kerancuannya. Namun lebih menitik beratkan pada bagaimana seandainya kita belajar menjadi hacker. Atau lebih spesifik, bisakah kita menjadi seorang hacker?Dalam tulisan How to Become a Hacker, Eric Steven Raymon mengatakan bahwa menjadi hacker tidaklah segampang yang dikira. Langkah awal untuk menjadi seorang hacker haruslah menguasai minimal 5 bahasa pemrograman yang ada. Ia menyebut bahasa pemrograman C/C++, Java, Perl, Phyton & LISP. Selain itu mampu berinteraksi dengan program HTML untuk dapat membangun komunikasi dengan jaringan internet. Semua dasar diatas adalah ilmu yang ?wajib? dimiliki jika kita memang berminat untuk menjadi seorang hacker sejati. Karena pada dasarnya menjadi Hacker adalah penguasaan terhadap membaca dan menulis kode.Kenapa kode? Karena memang komputer yang kita jalankan setiap hari pada intinya adalah terdiri dari berbagai kode instruksi yang cukup rumit. Selain penguasaan terhadap bahasa pemrograman diatas, kita pun harus punya bekal yang cukup dalam berbahasa inggris untuk dapat saling bertukar pikiran dengan komunitas hacker dari seluruh dunia. Ini tidak dilarang karena pada umumnya, mereka (anggota komunitas tersebut) memiliki kode etik tersendiri tentang open-source atau kode-kode program yang boleh dibuka dan diutak atik oleh orang lain. Contoh, kode-kode Linux yang marak di perkenalkan baru-baru ini memiliki konsep open source dan karenanya bisa dimiliki oleh khalayak ramai dengan sebutan free software. Kembali pada persoalan diatas, menjadi seorang hacker untuk tujuan saling berbagi ilmu dalam teknologi informasi ini, atau dalam arti yang lebih luas untuk memudahkan pemakai komputer pada masa yang akan datang, bukanlah hal harus ditakuti. Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterjemahkan dan sama-sama digali sehingga menjadi bagian terintegral dalam memahami lika-liku dunia cyber. Asal saja kita tidak terjebak pada prilaku yang negatif sehingga menjadi seorang cracker yang membobol sitem rahasia orang lain. AWAL SEBUAH PERJUANGANKetika kita meniatkan diri untuk lebih akrab dengan dunia hacker, maka selain beberapa bekal yang disebutkan diatas, penguasaan bahasa pemrograman, html dan bahasa inggris, nampaknya niat tersebut harus juga dilengkapi dengan satu sikap mendasar tentang orientasi dan tujuan awal kita menjadi seorang hacker. Alih-alih menjadi seorang pakar pemrograman yang baik, jika tidak benar malah bisa terjebak pada prilaku negativ yang tidak hanya merugikan orang lain tapi merugikan diri sendiri. Konon, jika seandainya saja anda menjadi seorang cracker dan anda dikenal suka membuka rahasia orang lain, maka, jangan harap anda dapat dengan mudah berjalan-jalan kemanca negara. Karena, kata beberapa sumber, nama anda sudah di ?black list? sebagai penjahat cyber? Disisi ini menarik untuk di simak, satu sisi, kita butuh teknologi canggih yang kerap bermunculan dalam hitungan detik, sisi lain ada kehawatiran takut terjebak pada pola ?nyeleneh? yang berakibat patal. Namun demikian, sebagai satu sikap, kita berpijak pada satu kesepakatan, bahwa mempelajari bahasa-bahasa yang ditawarkan oleh Eric Steven Raymon diatas, adalah hal yang baik. Karena dengan mempelajarinya, kita minimal dapat mendapat solusi untuk membuat program yang berguna bagi orang lain. Dan jika ini dilakukan, percayalah, anda adalah seorang hacker.

Membuat Antena omni


1/4 Lambda antena 2.4Ghz WIFI.... ini adl antena termudah yg bisa dibuat dengan penguatan sekitar 3-4 dBi tergantung tuning dan nilai2 element yg ada.
antenna ini dibuat dr kawat copper (tembaga) atau brass (kuningan) dan mempunyai sudut elevasi reflektor 30* dan mempunyai arah pancaran ke segala arah "omnidirectional" kira2 gambarnya seperti ini... Part List -satu konektor tipe N female dgn 4 lobang sekitar,direkomendasikan mempunyai teflon insulasi diantara outer dan inner konektor. -20 cm tembaga atau kuningan berbentuk batang dgn diameter 2mm Konstruksi 1.dengan tang potong kawat yg dipakai menjadi 5 bagian masing2 4 cm panjangnya. 2.dgn kikir sedang (permukaan kikir) ratakan ke 4 bagian yg berlubang pd konektor N tsb sehingga memudahkan kita menyolder bagian reflektor 3.dengan solder high power (yg mempunyai panas 80 watt minimal) solder ke empat batang kawat yg mau dipake di ke 4 sisi konektor tsb,hati2! panas yg cukup tinggi bisa melelehkan insulasi teflon yg ada di antara titik tengah konektor.(bagian yg berwarna putih susu) 4.tekuk 0.5 cm pd ujung kawat (4 buah yg ditekuk) dgn sudut 90 derajat,hati2 dengan konstruksi yg sedikit rumit ini sesudah terpasang di keempat sisi konektor N,mk anda bisa solder bagian "hot wire" yg berfungsi sbg antena yg sesungguhnya dgn hati2 dan tentu saja rapi bukan..? kemudian rapikan jg ujung bagian bawah yg ada di bagian konektor N kemudian dengan sebuah teknik "jembatan keledai" kita gambar sudut 30 derajat dan tempel pd dinding utk mengukur ketepatan sudut antena yg kita buat... kemudian potong dgn tepat 3.05 cm radial (reflektor= yg tertempel pd ke empat sudut konektor N) dan central wire (yg tersolder di tengah konektor) ini perlu kehati2an dan ketepatan tinggi sebab kita akan bekerja pd freq yg amat tinggi! mk semakin tinggi suatu freq,akan semakin kritis pula nilai2 yg ada pd pembuatan antena tsb... TIPS: pembuatan ini di alokasikan pd channel 6 (2.44 Ghz) atau tepat pd titik tengah pd freq channel yg ada (13 channel).saran terbaik adl jangan memotong dulu bagian tengah sepanjang 3.0 cm,tp biarkan sepanjang apa adanya dan kurangi tiap 0.1 cm dan ukur besaran signal dgn memaki software semacam Netstumbler.ini disebut "tuning and matching" jd kepanjangan yg dikehendaki hendaklah fixed dgn channel AP or wlan yg akan anda tuju.anda bisa melihat tuning by cutting ini sukses bila besaran signal akan membesar pd titik potong yg dikehendaki. semakin pendek panjang iner wire semakin tinggi channel yg bisa diakses (dlm hal optimum signal receive maupun transmit) dan semakin rendah chanel yg dipakai semakin panjang pula iner wire....

INSTALASI WIRELESS LAN

PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN


Peralatan
Kompas dan peta topografi
Penggaris dan busur derajat
Pensil, penghapus, alat tulis
GPS, altimeter, klinometer
Kaca pantul dan teropong
Radio komunikasi (HT)
Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)

Survey Lokasi
Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi. tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
Pemasangan Konektor
Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE
Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
Instalasi Antena
Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah
Instalasi Perangkat Radio
Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
Pengujian Noise
Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
Perakitan Antena
Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan
Pointing Antena
Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)
Pengujian Koneksi Radio
Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

Sabtu, Januari 19, 2008

SAMBA SERVER

SAMBA SERVER

Berikut tampilan dari file smb.conf dan penjelasan konfigurasinya :

#======================= Global Settings =======================

[global] workgroup = Yodi ----> nama workgroup yang muncul nantinya server string = %h server dns proxy = no interfaces = 127.0.0.0/8 eth0 ---> eth0 merupakan LANcard,bisa diganti menurut medianya bind interfaces only = true log file = /var/log/samba/log.%m max log size = 1000 syslog = 0 panic action = /usr/share/samba/panic-action %d###### Authentication ####### security = user ---> hanya untuk user yang terdaftar. encrypt passwords = true passdb backend = tdbsam obey pam restrictions = yes passwd program = /usr/bin/passwd %u passwd chat = *EntersnewsUNIXspassword:* %nn *RetypesnewsUNIXspassword:* %nn *passwordsupdatedssuccessfully* .#

======================= Share Definitions =======================

[data] ---> menentukan nama filesharing path = /media/repo/ ---> path tempat folder dishare guest ol = no - ---> akses guest ditolak, untuk menghidupkan ganti dengan yes browseable = yes ---> bisa dibrowsing
read-only = no ---> read-only memiliki opsi yes atau no
valid-users = yodi, root ----> list user yang memiliki akses
writeable = yes ---> bisa ditulis.
create mask = 700 ----> hak membuat file directory mask = 700 ----> hak membuat direktori [my data] path = /media/
guest ok = yes browsable = yes read-only = no writeable = yes valid users = yodi,root[printers] comment = All Printers browseable = no path = /var/spool/samba printable = yes public = no writable = no create mode = 0700# Sharing Printer Windows clients look for this share name as a source of downloadable[print$] comment = Printer Drivers path = /var/lib/samba/printers browseable = yes read only = yes writable = yes guest ok = no ----> guest dilarang masuk write list = root, @ntadmin# Sharing CD-ROM with others.[cdrom] comment = Samba server's CD-ROM writable = no locking = no path = /cdrom public = yes ----> public berarti bebas dipakai oleh siapa saja
Nah, logikanya pembuatan sharing folder dapat dilihat pada bagian [data]. Yang perlu diperhatikan adalah security= user / share, writeable= yes / no, browseable = yes / no, path dan valid users.

WEB SERVER

WEB SERVER

Webserver Apache merupakan webserver yang paling populer digunakan di dunia dengan 64.52 % pengguna (berdasarkan survey netcraft.com september 2003), diikuti Microsoft IIS (23.54%) dan SunOne (3.48%). Hal tersebut karena sampai saat ini Apache merupakan webserver open source yang free (open source) dan handal.
Beberapa kelebihan Apache antara lain:# Free of Charge / Gratis# Cepat dan Tangguh dengan konfigurasi yang benar# Setting dan Instalasi sesuai dengan kebutuhan dengan modules dan DSO-nya# Dapat diakses (API ke berbagai scripting languange) dan digabung dengan berbagai aplikasi lain (databaseserver, ssl, ext)# Advanced setting dan configuration support# Keuggulan lainnya….cari sendiri ya :)More…Dengan berbagai keungulan tersebut maka Apache sangat bagus jika kombinasikan dengan aplikasi lainnya. Penggabungan yang paling sering adalah dengan menggabungkan Apache, PHP dan MySQL yang berjalan di server linux atau yang terkenal dengan istilah LAMP (Linux, Apache, Mysql, PHP). Eittt…. bagi pengguna windows.. jangan khawatir dulu karena Apache, PHP dan MySQL bisa diinstall di OS Windows juga. Pada pokok bahasan kali ini kita akan mencoba menginstall LAMP di OS Windows dan Linux. Asumsi distro Linux yg digunakan adalah versi Redhat atau Mandrake dan Windows yang digunakan Win 9x, 2k atau xp. Saat ini apache terdiri dari dua versi yaitu versi 1.3 dan versi 2 silakan pilih versi yg diinginkan, masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

1. Instalasi LAMP di OS Linux

a. Instalasi dengan menggunakan RPM
Untuk instalasi menggunakan rpm biasanya secara default sudah disediakan di cd distro linux yang diinstall. Untuk instalasinya cukup dengan perintah : rpm -ivh paket_versi.rpm dan untuk upgrade dengan perintah rpm -Uvh paket_versi.rpm
Langkahnya adalah sebagai berikut:
Apache : rpm -ivh Apache-versi.rpmPHP : rpm -ivh php-versi.rpm php-mysql.rpm (rpm lain yg dibutuhkan)Mysql : rpm -ivh MySQL-versi.rpm MySQL-client-versi.rpm
Secara default php akan terinstall sebagai CGI tetapi apabila kita menginstall rpm untuk modul Apache maka php akan menjadi modul Apache.
Instalasi php sebagai modul Apache dapat mempercepat eksekusi script php.
Untuk konfigurasi webserver apache dapat dilakukan di /etc/http/conf/http.conf (lokasi default ) dan php dapat dilakukan di /etc/php.ini
b. Intalasi dengan menggunakan source
Yang dibutuhkan adalah source-source berikut :
1. mysql-3.23.58.tar.gz (versi terbaru dapat diakses di http://www.mysql.com/downloads/index.html)2. apache_1.3.27.tar.gz (versi terbaru dapat diakses http://httpd.apache.org/download.cgi)3. php-4.3.1.tar.gz (versi terbaru dapat diakses http://www.php.net/downloads.php)Setiap konfigurasi yang disebutkan adalah konfigurasi minimal dan umum digunakan, untuk konfigurasi secara lengkap dapat mengetikkan ./configure –help
Install MySQL-nya dulu—————————–
unpack source nya, compile dan Install :
/usr/local > tar -xzvf mysql-3.23.58.tar.gz/usr/local > cd mysql-3.23.58//usr/local/mysql-3.23.58 > ./configure –prefix=/usr/local/mysql/usr/local/mysql-3.23.58 > make/usr/local/mysql-3.23.58 > make install/usr/local/mysql-3.23.58 >./scripts/mysql_install_db
menjalankan MySQL :
/usr/local/mysql-3.23.58 > cd /usr/local/mysql/bin/usr/local/mysql/bin > ./safe_mysqld &
untuk informasi lengkap installasinya ada pada http://www.mysql.com/doc/en/Installing.htmlUnpack dan

configure Apache————————————-
/usr/local > tar -xzvf pache_1.3.27.tar.gz/usr/local > cd apache_1.3.27//usr/local/apache_1.3.26 > ./configure –prefix=/usr/local/apacheInstall PHP————-
unpack source nya, compile dan Install :
/usr/local > tar -xzvf php-4.3.1.tar.gz/usr/local > cd php-4.3.1//usr/local/php-4.3.1 > ./configure –with-mysql=/usr/local/mysql> –with-xml> –with-apache=/usr/local/apache_1.3.27> –enable-track-vars
/usr/local/php-4.3.1 > make/usr/local/php-4.3.1 > make install/usr/local/php-4.3.1 > cp php.ini-dist /usr/local/lib/php.ini
Install Apache——————-
/usr/local > cd apache_1.3.26//usr/local/apache_1.3.26 >> ./configure> –activate-module=src/modules/php4/libphp4.a> –enable-module=php4> –prefix=/usr/local/apache
/usr/local/apache_1.3.27> make/usr/local/apache_1.3.27> make certificate TYPE=custom/usr/local/apache_1.3.27> make install
selesai .Konfigurasi Apache————————-
Edit httpd.conf yang berada di /usr/local/apache/conf/ , dan tambahkan baris berikut :
AddType application/x-tar .tgzAddType application/x-httpd-php .phpAddType application/x-httpd-php-source .phps
jalankan apache :
# /usr/local/apache/bin/apachectl start
Untuk melihat konfigurasi yang kita buat dapat membuat suatu file php. misalnya kita buat file phpinfo.php dan isinya adalah sebagai berikut:
simpan file tersebut dan letakkan di direktori web server. Untuk melihatnya kita dapat mengakses halaman http://localhost/phpinfo.php


2. Intalasi LAMP di OS Windows


Untuk instalasi di windows bisa dilakukan beberapa cara antara lain:
- Install PHP Triad yg secara langsung akan menginstall Apache, php dan mysql. Dapat diakses dari sini http://sourceforge.net/projects/phptriad
- Install paket secara terpisah dengan mengambil installer dari website sumber dan menggabungkannya yaitu dengan mengambil paket dari :
Apache : http://www.apache.orgPHP : http://www.php.netMySQL : http://www.mysql.com
Setiap paket akan dilengkapi dengan readme file yang berisi langkah2 instalasi dan manualnya.
Untuk konfigurasi Apache dapat dilakukan di file httpd.conf.

FTP SERVER


FTP SERVER



Untuk keluarga Linux yang menggunakan .rpm packet bagi yang sudah


menginstall “Yum” maka tinggal download saja. Untuk keluarga Debian


seperti Ubuntu, dll dapat langsung menjalankan perintah :


#apt-get install vsftp


Contoh :


# apt-get install vsftpd


Reading package lists... Done


Building dependency tree... Done


The following NEW packages will be installed:


vsftpd

0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.


Need to get 0B/114kB of archives.


After unpacking 418kB of additional disk space will be used.


Selecting previously deselected package vsftpd.


(Reading database ... 91726 files and directories currently installed.)


Unpacking vsftpd (from .../vsftpd_2.0.5-2_i386.deb) ...


Setting up vsftpd (2.0.5-2) ...


Starting FTP server: vsftpd


<
p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;">


Konfigurasi vstfp


Setelah selesai instalasi jalan service dari FTP Server yang telah di install


dengan perintah :


#service vsftpd start

Untuk keluarga Debian biasanya langsung running service dari vsftp ini

setelah selesai instalasi jadi kita bisa langsung mencobanya :

dony@NOC-DONY:$ ftp localhost

Connected to localhost.

220 (vsFTPd 2.0.5)

Name (localhost:dony):

Setelah FTP Server terinstall dengan baik maka yang perlu diperhatikan

adalah konfigurasi dari vsftp ini karena menyangkut privacy maupun security

dari FTP Server ini sendiri.

File konfigurasi dari vsftp ini berada pada “/etc/vsftpd.conf”

isi nya adalah sebagai berikut :

# Example config file /etc/vsftpd.conf

#

# The default compiled in settings are fairly paranoid. This sample file

# loosens things up a bit, to make the ftp daemon more usable.

# Please see vsftpd.conf.5 for all compiled in defaults.

#

# READ THIS: This example file is NOT an exhaustive list of vsftpd options.

# Please read the vsftpd.conf.5 manual page to get a full idea of vsftpd's

# capabilities.

#

#

# Run standalone? vsftpd can run either from an inetd or as a standalone

# daemon started from an initscript.


listen=YES


#


# Run standalone with IPv6?


# Like the listen parameter, except vsftpd will listen on an IPv6 socket

# instead of an IPv4 one. This parameter and the listen parameter are mutually

# exclusive.

#listen_ipv6=YES


#


# Allow anonymous FTP? (Beware - allowed by default if you comment this out).

anonymous_enable=YES

#


# Uncomment this to allow local users to log in.

#local_enable=YES

#

# Uncomment this to enable any form of FTP write command.

#write_enable=YES

#

# Default umask for local users is 077. You may wish to change this to 022,

# if your users expect that (022 is used by most other ftpd's)

#local_umask=022

#

# Uncomment this to allow the anonymous FTP user to upload files. This only

# has an effect if the above global write enable is activated. Also, you will

# obviously need to create a directory writable by the FTP user.

#anon_upload_enable=YES

#

# Uncomment this if you want the anonymous FTP user to be able to create

# new directories.

#anon_mkdir_write_enable=YES

#

# Activate directory messages - messages given to remote users when they

# go into a certain directory.

dirmessage_enable=YES

#

# Activate logging of uploads/downloads.

xferlog_enable=YES

#

# Make sure PORT transfer connections originate from port 20 (ftp-data).

connect_from_port_20=YES

#

# If you want, you can arrange for uploaded anonymous files to be owned by

# a different user. Note! Using "root" for uploaded files is not

# recommended!

#chown_uploads=YES

#chown_username=whoever

#

# You may override where the log file goes if you like. The default is shown

# below.

#xferlog_file=/var/log/vsftpd.log

#

# If you want, you can have your log file in standard ftpd xferlog format

#xferlog_std_format=YES

#

# You may change the default value for timing out an idle session.

#idle_session_timeout=600

#

# You may change the default value for timing out a data connection.

#data_connection_timeout=120

#

# It is recommended that you define on your system a unique user which the

# ftp server can use as a totally isolated and unprivileged user.

#nopriv_user=ftpsecure

#

# Enable this and the server will recognise asynchronous ABOR requests. Not

# recommended for security (the code is non-trivial). Not enabling it,

# however, may confuse older FTP clients.

#async_abor_enable=YES

#

# By default the server will pretend to allow ASCII mode but in fact ignore

# the request. Turn on the below options to have the server actually do ASCII

# mangling on files when in ASCII mode.

# Beware that on some FTP servers, ASCII support allows a denial of service

# attack (DoS) via the command "SIZE /big/file" in ASCII mode. vsftpd

# predicted this attack and has always been safe, reporting the size of the

# raw file.

# ASCII mangling is a horrible feature of the protocol.

#ascii_upload_enable=YES

#ascii_download_enable=YES

#

# You may fully customise the login banner string:

#ftpd_banner=Welcome to blah FTP service.

#

# You may specify a file of disallowed anonymous e-mail addresses. Apparently

# useful for combatting certain DoS attacks.

#deny_email_enable=YES

# (default follows)

#banned_email_file=/etc/vsftpd.banned_emails

#

# You may restrict local users to their home directories. See the FAQ for

# the possible risks in this before using chroot_local_user or

# chroot_list_enable below.

#chroot_local_user=YES

#

# You may specify an explicit list of local users to chroot() to their home

# directory. If chroot_local_user is YES, then this list becomes a list of

# users to NOT chroot().

#chroot_list_enable=YES

# (default follows)

#chroot_list_file=/etc/vsftpd.chroot_list

#

# You may activate the "-R" option to the builtin ls. This is disabled by

# default to avoid remote users being able to cause excessive I/O on large

# sites. However, some broken FTP clients such as "ncftp" and "mirror" assume

# the presence of the "-R" option, so there is a strong case for enabling it.

#ls_recurse_enable=YES

#

#

# Debian customization

#

# Some of vsftpd's settings don't fit the Debian filesystem layout by

# default. These settings are more Debian-friendly.

#

# This option should be the name of a directory which is empty. Also, the

# directory should not be writable by the ftp user. This directory is used

# as a secure chroot() jail at times vsftpd does not require filesystem

# access.

secure_chroot_dir=/var/run/vsftpd

#

# This string is the name of the PAM service vsftpd will use.

pam_service_name=vsftpd

#

# This option specifies the location of the RSA certificate to use for SSL

# encrypted connections.

rsa_cert_file=/etc/ssl/certs/vsftpd.pem

Sebetulnya dari file konfigurasi tersebut sudahlah jelas option - option untuk

mengatur segala sesuatu terhadap FTP Server yang akan digunakan.

Seperti contoh pada baris :

# Uncomment this to enable any form of FTP write command.

#write_enable=YES

Disini option untuk menentukan apakah folder yang di share dengan FTP

attribut nya Read Only atau Writeable.

Satu contoh lagi pada baris :

# Allow anonymous FTP? (Beware - allowed by default if you comment this out).

anonymous_enable=YES

pada bagian ini adalah option untuk menentukan apakah anonymous (siapa

saja) dapat masuk kedalam FTP anda atau tidak.

# Uncomment this to allow local users to log in.

#local_enable=YES

Sedangkan pada bagian ini adalah option untuk mangaktifkan user pada linux

sebagai user pada FTP Server anda. Jadi setiap orang yang akan masuk ke

Server FTP anda harus terlebih dahulu terdaftar pada user login pada Linux

nya.

Untuk security memang hanya terbatas dari option file tersebut. Namun

untuk lebih meningkatkan security yang ada anda dapat meletakan Server

FTP ini dibelakang Firewall yang anda gunakan. Tentunya dengan berbagai


rule yang ada pada firewall seperti access-list ataupun port yang digunakan.

DNS DAN DHCP SERVER

Dynamic DNS ADALAH sebuah sistem dalam jaringan yang memungkinkan untuk memberikan alamat IP dan nama domain padaclient secara otomatis. Konfigurasi sistem seperti ini banyak dilakukan oleh pihak-pihak yang memberikan layananhosting-hosting domain, sehingga administrator tidak perlu mengupdate DNS-server setiap kali ada permintaandomain baru.
Untuk implementasi sistem Dynamic DNS dibutuhkan paket BIND, DHCP-Server dan DHCP-Client. Versi paket yangdigunakan :
bind-9.3.4
dhcp3-server
dhcp3-client
Sistem operasi yang digunakan Debian 4.0 Etch.
Skenario Percobaan
Pada sebuah jaringan yang ingin mengimplementasikan Dynamic DNS, terdapat sebuah server dhcp dengan IP 167.200.17.65,sebuah DNS server dengan IP 167.200.17.66 dan beberapa komputer client. Domain yang digunakan adalah gerhana.edu.Host client yang akan dikonfigurasi sebagai contoh memiliki hostname eclipse.
Instalasi Paket
Intalasi paket pada debian cukup mudah dengan menggunakan apt-get.
root@ns:~$ apt-get install bind9
root@dhcp:~$ apt-get install dhcp3-server
root@eclipse:~$ apt-get install dhcp3-client
Konfigurasi DNS-Server
Konfigurasi yang dibutuhkan pada DNS-server dilakukan pada file named.conf dan file db yang menanganizone domain gerhana.edu.
Konfigurasi named.confKonfigurasi untuk zone file tidak ada perbedaan dari konfigurasi DNS-server yang biasa. Contoh konfigurasi named.conf :
zone "gerhana.edu" { //deklarasi zone domain.
type master; //tipe dari zone ini adalah master.
file "/etc/bind/db.gernaha"; //file konfigurasi db dari zone ini.
allow-update { key wind-key; }; //
Mengijinkan update dengan menggunakan key yang sudah ada.
};
//Key yang digunakan untuk update, key ini harus sama dengan key yang ada pada dhcp server
key "wind-key" {
algorithm hmac-md5;
secret "J5A3SaVGipZNa0LPT8BWHQ==";
};
controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; 167.200.17.65;} keys { "wind-key"; };
};
Generate key dapat dilakukan dengan dnssec-keygen atau rndc-confgen.
Konfigurasi Zone FileZone file yang akan dibuat adalah file db.gerhana yang contoh isinya seperti berikut :
$TTL 15m
@ IN SOA ns.gerhana.edu. root.ns.gerhana.edu (
2007042401
2h
15m
2h
2h)
IN NS ns.gerhana.edu.
IN A 167.200.17.66
$ORIGIN gerhana.edu.
ns IN A 167.200.17.66
dhcp IN A 167.200.17.65

Kita hanya menentukan nama untuk komputer-komputer server yang memiliki static IP, sedangkan untuk client-client akandiupdate sesuai dengan kondisi. Setelah selesai restartlah service bind dengan perintah :
root@ns:~# /etc/init.d/bind9 restart
Note : Jangan lupa untuk memberikan hak write user dan group bind pada direktori /etc/bind agardaemon bind dapat melakukan update.
Konfigurasi DHCP-Server
DHCP-Server hanya butuh melakukan konfigurasi pada file dhcp.conf. Konfigurasi yang akan dilakukan adalah :
Nama Domain : gerhana.edu.
IP DNS sever : 167.200.17.66.
IP Gateway : 167.200.17.65.
Range IP yang ditangani DHCP : 167.200.17.67-167.200.17.78

Contoh konfigurasi file dhcpd.conf :
//Key yang digunakan untuk update ke dns server, sama dengan key yang ada di dns server.
key wind-key {
algorithm hmac-md5;
secret "J5A3SaVGipZNa0LPT8BWHQ==";
};
server-identifier dhcp.gerhana.edu;
authoritative;
ddns-update-style interim;
ddns-updates on;
subnet 167.200.17.64 netmask 255.255.255.240 {
//
Deklarasi zone yang dipakai, sama dengan zone yang ada pada dns server
zone gerhana.edu. {
primary 167.200.17.66;
key wind-key;
}
option domain-name "gerhana.edu";
//Domain yang akan diberikan kepada client.
option domain-name-servers 167.200.17.66; //IP dns server
range 167.200.17.67 167.200.17.78; //Range IP yang digunakan untuk DHCP
option subnet-mask 255.255.255.240; //Subnet mask domain yang akan diberikan ke client
option broadcast-address 167.200.17.79; //Alamat broadcast yang akan diberikan kepada client
option routers 167.200.17.65; //Alamat gateway yang diberikan kepada client
option ip-forwarding off;
one-lease-per-client on;
default-lease-time 14400;
max-lease-time 14401;
}
Setelah itu restartlah service dhcp dengan perintah :
root@dhcp:~# /etc/init.d/dhcp3-server restart


Konfigurasi Client
Pada client kita hanya butuh manambahkan konfigurasi ini pada file dhclient.conf :
send host-name "eclipse"; //hostname yang dikirimkan client dan yang akan di tambahkan ke dns-server.
send dhcp-client-identifier MAC-address; //Mengirimkan identifier MAC Address dari lan card
Dengan tambahan konfigurasi diatas maka client akan mengirimkan request IP DHCP-Server, sekaligus mengirimkanhostname-nya agar DHCP-Server melakukan update ke DNS server dengan informasi kalau di subnet ini ada tambahanclient baru dengan nama eclipse.gerhana.edu dan IP yang sesuai dengan alokasi DHCP-Server
Setelah melakukan konfigurasi client, konfigurasilah client tersebut untuk mendapatkan IP dari DHCP. Konfigurasinyadilakukan pada file /etc/network/interfaces. Contoh konfigurasinya :
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
Setelah itu restartlah konfigurasi network client dengan perintah :
root@eclipse~$ /etc/init.d/networking restart
Untuk mengetahui ada error atau tidak dapat diamati melalui pesan syslog dengan perintah

tail -f /var/log/syslogpada masing-masing server.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com